Senin, 20 Juni 2011

Kemarau Di Bulan Mei

Awal kemarau di bulan mei
Mengawali hari menyanyikan tembang kegelisahan
Alunan harmoni kegundahan jiwa
Yang menggema di setiap sisi lembut kerinduan

Awal kemarau di bulan mei
Antara ikhlas dan tidak, bergandengan tangan dengan sang waktu
Berjalan pada tapak masa lalu mu yang kau anggap kelabu
Yang menuntun bola mata kita ke depan lalu terdiam cukup lama

Awal kemarau di bulan mei
Ingin rasanya aku kembali ke musim lalu
Dimana hujan yang turun dari langit adalah titik air penuh kasih
Yang sejuk ketika kau dan aku merajut benang – benang asmara

Awal kemarau di bulan mei
Seperti datangnya kemarau ini, harapan dan angan pun mengering semakin gersang 
Semakin tipis tanpa bercak, hilang arah dan kemudian tersapu angin
Angin yang kan membawa sedikit kisah tuk diceritakan kepada hujan, dan kepada hujan ku titipkan rindu.

                                                                                                Yogyakarta, 30 Mei 2011
 Catatan Sayap Putih Skizofreinia

(3)

Lihatlah,
Langit pucat malam ini
Tak seperti hari-hari biasa, namun
Purnama setia hadir penuhi janjinya
Mengawal langit-langit malam yang memerah 

Didepanku secangkir kopi hangat menjadi teman
Aromanya membawa ingatan ku ke masa itu 
Dimana setiap jengkal waktu berjalan hanya ada aku
Yang berharap kau hadir dan baring di sisi ku

Kasihku,
Disini sang aku sendiri merajut galau
Mengikat wajah ayumu rekat di tiang jiwa
Dan semakin membawaku jauh ke dasar rindu
Ke taman bunga dimana kita pernah bertemu 

Oh gadisku, kau sengaja biarkan aku di pusara rindu
Menunggu.....


Yogyakarta, 19 Juni 2011  
Catatan Sayap Putih Skizofreinia

(2)

Ku  mencoba kumpulkan  kembali kepingan catatan yang telah berkerak 
Dengan bentuk tak lagi pantas di sebut bentuk
Yang berserakan seperti tanda bercak titik hujan diatas pasir
Yang bertaburan seperti anai ketika panen tiba
Ketika anai adalah kupasan kulit padi terbuang tiada guna
Dan terbang lalu merebah diatas kubangan lumpur
Diatas tanah sang tuan yang senantiasa disebut otak

Ingin kurangkum dengan rapi bak tatanan bunga di astana megah nan indah
Berbaris sejajar dengan pesona sang mawar, melati atau dahlia
Dan ku letakkan pada dinding jiwa layaknya bingkai lukisan monalisa yang berlapis emas
Yang tak seorangpun kan menolak jika memang iya, bahkan malaikat
Ku lesakkan dalam jiwa nan suci, ku jaga dan ku sirami selalu dengan bening embun penuh kasih 
Penuh warna  suka ria seperti imaji dalam cerita dongeng anak - anak
Bukan lagi cerita tapi memang taman surga yang tercipta di sini dan senantiasa disebut hati


Yogyakarta,03 Juni 2011


Catatan Sayap Putih Skizofreinia

( 1 )

Terkadang aku begitu cemburu dengan mereka yang berlupa akan dirinya
Mereka yang begitu menikmati hari-harinya tanpa ada ganjalan setitikpun
Dan aku semakin iri jika melihat mereka tulus tersenyum
Walau sebenarnya mereka tak mengerti mengapa tersenyum


Yogyakarta, 07 Januari 2011