Kemarau Di Bulan Mei
Awal kemarau di bulan mei
Mengawali hari menyanyikan tembang kegelisahan
Alunan harmoni kegundahan jiwa
Yang menggema di setiap sisi lembut kerinduan
Awal kemarau di bulan mei
Antara ikhlas dan tidak, bergandengan tangan dengan sang waktu
Berjalan pada tapak masa lalu mu yang kau anggap kelabu
Yang menuntun bola mata kita ke depan lalu terdiam cukup lama
Awal kemarau di bulan mei
Ingin rasanya aku kembali ke musim lalu
Dimana hujan yang turun dari langit adalah titik air penuh kasih
Yang sejuk ketika kau dan aku merajut benang – benang asmara
Awal kemarau di bulan mei
Seperti datangnya kemarau ini, harapan dan angan pun mengering semakin gersang
Semakin tipis tanpa bercak, hilang arah dan kemudian tersapu angin
Angin yang kan membawa sedikit kisah tuk diceritakan kepada hujan, dan kepada hujan ku titipkan rindu.
Yogyakarta, 30 Mei 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar