(3)
Lihatlah,
Langit pucat malam ini
Tak seperti hari-hari biasa, namun
Purnama setia hadir penuhi janjinya
Mengawal langit-langit malam yang memerah
Didepanku secangkir kopi hangat menjadi teman
Aromanya membawa ingatan ku ke masa itu
Dimana setiap jengkal waktu berjalan hanya ada aku
Yang berharap kau hadir dan baring di sisi ku
Kasihku,
Disini sang aku sendiri merajut galau
Mengikat wajah ayumu rekat di tiang jiwa
Dan semakin membawaku jauh ke dasar rindu
Ke taman bunga dimana kita pernah bertemu
Oh gadisku, kau sengaja biarkan aku di pusara rindu
Menunggu.....
Yogyakarta, 19 Juni 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar