(6)
Malam kini begitu lengang
Tak seperti malam kemarin
Jerit sumbang mesin-mesin seakan tengah tertidur pulas
Hilang deru memekakan telinga
Pun dengan sayup suara mu cah ayu
Begitu senyap, lepas di perbatasan kota
Sebuah ruangan tempat kita bermain pandang
Kini beribu jengkal tak mampu lagi ku tatap
Namun tidak dengan bintang malam ini
Wajahmu seakan hadir disela-selanya
Dan kulihat tersenyum manis
Tepat di singgasana sang rembulan
Sebentar lagi langit kan berubah warna
Merah merona mengganti pesona
Namun tidak dengan senyummu
Nan rekat menghias tepian hati
Cangkringan, 02 Agustus 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar