Di beningnya embun pagi kutitipkan setitik rindu
Yang setiap tetesnya senantiasa menggelayut lewat senyumanmu
Menjadi melati nan rekah di heningnya lamunan
Kau mewangi disepanjang diam bayangmu kudekap
Sementara silir angin sibuk merabai hijau rindang dedaunan
Terangkum syahdunya kicau burung liar bersahutan
Menggema dibalik bait-bait rindu menjelma puisi
Sekedar melanjutkan percakapan kita yang sempat terhenti
Yogyakarta, 12 November 2011
Dan semoga menjadi sebuah cerita abadi lukisan Isis dan Aprodite
Tidak ada komentar:
Posting Komentar