Pada kedua bola matamu kujaring rembulan
Begitu bulat dan lembut bias sinarannya
Yang berbinar mesra kala kita saling tatap
Seperti pengantin anyar, tersipu malu kau lemparkan segurat senyum
Senyum kupu-kupu yang mengembang di bibir tipismu
Yang mengalir di beningnya sungai pesona dari hulu hati ku
Menghanyut ku akan suasana, pun detik sekejap membeku
Wahai gadis mawar, semerbak kau tawarkan silir-silir harum mu
Wewangian yang terbawa desir angin mengangkasa bermain rasa
Dikala itu kumbang manapun telah siap mengecup putik sucimu
Namun kau titipkan putik ini bahkan kelopak dan kembang untuk ku yang kau pilih sebagai tempat berlabuh
Pelabuhan di teluk rindu, putik, kelopak dan kembang bermuara di sunyi mimpi
Dari mata rembulanmu ku merajut bait-bait imaji menjadi puisi
Dan semoga menjadi sebuah cerita abadi lukisan Isis dan Aprodite
Yogyakarta, 08 November 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar